KENAIKAN HARGA BBM : DILEMA EKONOMIS VS EKOLOGIS

Oleh Rega Felix

Beberapa waktu kebelakang masyarakat Indonesia dihebohkan dengan isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Demonstrasi besar-besaran terjadi dimana-mana yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, maupun elemen masyarakat lainnya. Mereka menolak terjadinya kenaikan BBM bersubsidi karena akan berimbas kepada kesejahteraan rakyat karena ekses dari kenaikan BBM adalah kepada naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Disisi lain pemerintah mengatakan kenaikan harga BBM adalah suatu yang wajar karena melihat naiknya harga BBM dipasaran dunia sehingga perlu disesuaikan demi kestabilan perekonomian kita. Ada yang mengklaim bahwa kesalahan naiknya BBM juga merupakan dampak dari kebijakan pemerintah terdahulu yang cenderung cenderung meliberalisasi sektor migas di Indonesia sehingga pihak asing mempunyai mempunyai kedudukan yang sejajar dengan BUMN dalam mengelola migas di Indonesia. Hal ini juga dorongan dari IMF agar Indonesia melakukan penyesuaian harga migas di Indonesia dengan pasaran dunia dan melakukan liberalisasi. Dengan demikian maka Indonesia memang sudah masuk dalam skema pasar dunia, jadi mau tak mau walaupun migas berlimpah kita tetap memperhatikan pasar dunia. Sehingga tuntutan rakyat selain menolak kenaikan harga BBM juga menyerukan tuntutan nasionalisasi perusahaan di bidang migas sebagai tuntutan ideologis.

Perdebatan-perdebatan terus terjadi para ahli-ahli ekonomi juga terus angkat bicara, pro-kontra terus bergulir. Kadangkala perdebatan menjadi alot karena tidak bertemu dengan titik terang. Memang ketika kita berbicara tentang kesejahteraan rakyat dan ekonomi akan masuk kedalam kompleksitas yang sangat rumit, dimana kebutuhan manusia yang tidak terbatas harus berhadapan dengan alat pemuas kebutuhannya di dunia yang terbatas, akibatnya manusia cenderung menggunakan segala caranya untuk memenuhi kebutuhannya sebagai pemuas kehidupannya. Permasalahan ekonomi memang tidak ada habisnya selama masih ada manusia dan selama manusia masih mempunyai sifat yang selalu tidak pernah puas manusia akan terus bersaing untuk mempertahankan posisi sebagai survivor of the fittest untuk itulah permasalahan ekonomi selalu berujung pada penyelesaian yang paradoksal. Untuk keluar dari permasalahan paradoksal ini manusia perlu meninjau ulang tentang seluruh eksistensinya, dan memandang semua permasalahannya tidak hanya dari segi ekonomis saja tetapi juga dari pandangan lain seperti ekologis.

Permasalahan BBM juga tidak hanya dapat kita lihat dari sisi ekonomis saja tetapi juga dari sisi ekologis. Melihat sejarah lahirnya era minyak ini memang tidak bisa dilepaskan dari hasrat ekonomis manusia yang selalu ingin mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan usaha yang sekecil-kecilnya. Karena BBM merupakan suatu bahan penggerak mesin-mesin yang lahir semenjak bergulirnya revolusi industri yang dengan adanya mesin industri tersebut manusia mengalami kemudah-mudahan dalam hidupnya. Disatu sisi memang menguntungkan manusia dengan adanya industri besar-besaran tetapi hal yang menguntungkan belum berarti mempunyai dampak yang selalu positif. Akibat dari itu penggunaan minyak yang digunakan secara massif berdampak pada pengrusakan dunia tempat kehidupan manusia itu sendiri yaitu biosfer. Pada paruh akhir abad 20 mulai dirasakan dampak dari keegoisan manusia dengan terjadinya krisis-krisis ekologis, terjadinya perubahan iklim yang sangat drastis, dan lain sebagainya. Akibat adanya krisis inilah muncul kesadaran dunia untuk mulai memperbaiki dunia ini dengan mencanangkan prinsip sustainable development dalam Negara yang masih membangun, dalam artian pembangunan yang dijalankan tidak boleh merusak keseimbangan ekologis dan harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang.  Jikalau kita hanya memandang permasalahan BBM berdasarkan pandangan ekonomis yang mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya tentu kita akan selalu menjadi egoistis dengan selalu membakar BBM sebanyak-banyaknya, merusak sebesar-besarnya demi kesejahteraan sebesar-besarnya.

Tak bisa dipungkiri masyarakat kita telah ketergantungan dengan BBM sehingga ketika adanya perubahan harga BBM reaksi masyarakat sangat berlebihan dengan dalih kesejahteraan. Walaupun kita ketahui sendiri bagaimana dampak BBM yang merusak secara masif biosfer kita, tetapi kita lebih mengutamakan perut kita kenyang dulu esok hari. BBM bukanlah jalan bagi suatu pembangunan yang menunjang sustainable development jadi mau tak mau kita harus berusaha melakukan pengurangan penggunaan BBM. Salah satu jalannya adalah dengan kenaikan harga BBM karena sesuai dengan prinsip semakin tingginya harga barang maka semakin berkurangnya daya beli, dengan semakin berkurangnya daya beli maka semakin berkurangnya penggunanya. Dengan demikian masyarakat akan mencari barang substitusi lain dari BBM, semisal dalam penggunaan transportasi tidak menggunakan kendaraan bermotor lagi tetapi mulai mengganti dengan sepeda. Dan masyarakat akan berusaha mencari sumber daya energi yang lebih efisien lagi. Disinilah peran Negara membimbing masyarakat untuk mulai mencari sumber daya energi baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan, Negara harus mulai mendanai pengembangan riset konversi sumber daya energi baru seperti energi matahari atau geothermal yang sedang dikembangkan dinegara-negara maju. Memang hal ini akan mempunyai dampak berkurangnya tingkat kesejahteraan rakyat karena naiknya harga BBM akan mengakibatkan naiknya harga kebutuhan. Tetapi bukankah kita juga harus memikirkan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan? dengan asumsi naiknya harga BBM akan meningkatkan jumlah APBN maka dapat digunakan untuk dana pengembangan riset konversi sumber daya energi baru akan lebih cepat mendapatkan sumber daya energi baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Mulailah kita contoh Negara-negara maju yang sudah berfikir panjang kedepan. Masihkan kita dilemma kepentingan ekonomis dengan ekologis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: